Narasi Tanpa Bukti Seret Kepala BIN dalam Kontroversi Konferensi Pers BEM Bersatu
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Liputan Sembilan liputansembilan.com Aplikasi web
Tentang aplikasi ini

Baca berita terkini, kirim berita, dan sebarkan fakta. Akses cepat langsung dari beranda perangkat Anda.

Izin aplikasi
Akses situs web
Kirim notifikasi
Aktifkan Notifikasi
Dapatkan pemberitahuan saat ada berita terbaru. Jangan lewatkan info penting!

Header Menu

HEADLINES
.....

Narasi Tanpa Bukti Seret Kepala BIN dalam Kontroversi Konferensi Pers BEM Bersatu

Jumat, 19 Juni 2026

Ads


Unggahan akun X @TheEagle_BEN menuduh Muhammad Herindra sebagai pihak di balik konferensi pers Aliansi BEM Bersatu. Tuduhan tersebut disebarkan tanpa data, sumber, ataupun bukti yang dapat diverifikasi.

JAKARTA — Sebuah unggahan di media sosial X menyebarkan narasi hoaks dan bermuatan fitnah dengan menyeret nama Kepala Badan Intelijen Negara, Muhammad Herindra, dalam kontroversi konferensi pers yang mengatasnamakan Aliansi BEM Bersatu.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun bernama BEN IXEL dengan nama pengguna @TheEagle_BEN pada 17 Juni 2026. Akun itu menampilkan foto Muhammad Herindra disertai tulisan:

“ADA NAMA HERINDRA OTAK DIBALIK KONFERENSI PERS PALSU ALIANSI BEM BERSATU.”

Unggahan dapat dilihat melalui tautan berikut:

https://x.com/theeagle_ben/status/2067121640954339458


Dalam unggahannya, akun tersebut langsung menuduh Muhammad Herindra sebagai “otak” di balik kegiatan tersebut. Namun, tidak ada dokumen, rekaman komunikasi, keterangan saksi, kronologi, sumber informasi, ataupun bukti lain yang disertakan untuk mendukung tuduhan tersebut.

Narasi itu dapat dikategorikan sebagai informasi palsu atau hoaks karena menyajikan sebuah tuduhan serius seolah-olah merupakan fakta, padahal tidak didukung bukti yang dapat diperiksa secara terbuka. Unggahan tersebut juga bermuatan fitnah, dalam pengertian sebagai tuduhan tanpa dasar yang berpotensi merusak kehormatan, reputasi, dan nama baik pihak yang disebutkan. Penyebutan ini merupakan penilaian terhadap karakter isi unggahan, bukan kesimpulan hukum dari pengadilan.

Kontroversi mengenai Aliansi BEM Bersatu memang mencuat setelah kelompok tersebut menggelar konferensi pers pada 16 Juni 2026. Dalam kegiatan itu, mereka menyampaikan sejumlah tuduhan mengenai dugaan keterlibatan aktor politik dalam aksi mahasiswa terkait Program Makan Bergizi Gratis.

Setelah konferensi pers berlangsung, sejumlah organisasi mahasiswa dan pihak kampus menyampaikan klarifikasi. Beberapa di antaranya membantah pernah mengirimkan delegasi, memberikan mandat, atau memiliki pengurus dengan nama sebagaimana dicantumkan dalam daftar peserta konferensi pers tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai legitimasi dan keterwakilan pihak yang mengatasnamakan Aliansi BEM Bersatu.

Namun, kontroversi mengenai identitas peserta ataupun keabsahan konferensi pers tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menuduh Muhammad Herindra maupun BIN sebagai pihak yang mengatur kegiatan itu. Kecurigaan, asumsi, dan perdebatan di media sosial bukanlah bukti keterlibatan seseorang.

Berdasarkan penelusuran terhadap informasi terbuka hingga berita ini disusun, tidak ditemukan bukti kredibel maupun keterangan resmi yang membenarkan klaim bahwa Muhammad Herindra berada di balik konferensi pers Aliansi BEM Bersatu. Dengan demikian, tuduhan akun @TheEagle_BEN merupakan klaim sepihak yang tidak terverifikasi dan tidak layak diperlakukan sebagai fakta.

Cara penyampaian narasi tersebut juga menunjukkan pola pembentukan opini yang menyesatkan. Foto seorang pejabat ditampilkan bersama kalimat tuduhan yang tegas, tetapi tidak disertai penjelasan mengenai asal informasi maupun proses verifikasinya. Pola semacam ini berpotensi membuat pengguna media sosial mempercayai tuduhan hanya karena disampaikan secara berulang dan menggunakan kalimat yang provokatif.

Penyebaran informasi palsu dengan mencatut nama pejabat negara bukan hanya berpotensi merugikan individu yang menjadi sasaran, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dan memperkeruh perdebatan publik.

Masyarakat perlu berhati-hati saat menerima ataupun menyebarluaskan tuduhan di media sosial. Setiap informasi yang menyebut seseorang sebagai dalang atau pihak yang bertanggung jawab atas suatu peristiwa harus didukung bukti, sumber yang jelas, serta konfirmasi dari pihak terkait.

Pemilik akun @TheEagle_BEN juga perlu menjelaskan dasar tuduhannya dan memberikan bukti yang dapat diuji secara terbuka. Tanpa bukti tersebut, unggahan itu tidak lebih dari narasi hoaks dan tuduhan bermuatan fitnah yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

_____________

Buat Berita Jadi Gambar

Logo
UPDATE
Judul Headline

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita