Pameran Lukisan Thema "VIvere Peri Coloso" di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, 12 - 19 Juni 2026
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Liputan Sembilan liputansembilan.com Aplikasi web
Tentang aplikasi ini

Baca berita terkini, kirim berita, dan sebarkan fakta. Akses cepat langsung dari beranda perangkat Anda.

Izin aplikasi
Akses situs web
Kirim notifikasi
Aktifkan Notifikasi
Dapatkan pemberitahuan saat ada berita terbaru. Jangan lewatkan info penting!

Header Menu

HEADLINES
.....

Pameran Lukisan Thema "VIvere Peri Coloso" di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, 12 - 19 Juni 2026

Jumat, 12 Juni 2026

Ads

Gambar Berita

Dalam rangka bulan Bung karno, para seniman surabaya mengadakan pameran seni rupa dengan thema “Vivere Peri Coloso” yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 – 19 Juni bertempat di galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo nomor 15 Surabaya.

Pameran yang dibuka Hari Jumat (12/6/2026) pukul 16.00 WIB ini akan menampilkan berbagai karya dari para dedengkot seni, seperti Asri Nugroho, Andi Prayitno, Bagas Karunia Putra, dan masih banyak lagi karya dari para seniman berbakat.lainnya

Masyarakat yang mendapatkan undangan berharap agar pameran lukisan ini dapat berlangsung sukses dan bisa memantik karya karya seni baru lain dari para seniman di Surabaya

Seperti yang disampaikan oleh salah satu warga Kaliasin Surabaya, Hendra Winarno berharap agar pameran ini sukses dan tidak ada hambatan dan gangguan dari pemerintah kota (Pemkot) Surabaya

"Janganlah Pemkot Surabaya dan Walikota Eri Cahyadi, merasa bahwa mereka paling berhak menentukan, siapa yang boleh berkegiatan kesenian dan kebudayaan dan orang yang tidak ditunjuk oleh pemkot Surabaya tidak boleh berkegiatan seni dan budaya?. Masa sih siapa saja boleh disebut seniman, budayawan dan siapa saja yang boleh berkegiatan seni dan budaya itu diatur dan ditentukan oleh Walikota?, katanya

Harapan ini adalah karena beberapa waktu lalu para pegawai pemkot Surabaya merampas berbagai benda seni milik para seniman, seperti perangkat lengkap gamelan, dan berbagai peralatan seni lainnya dari sekretarian dan galeri DKS, lalu dibawa ke tempat yang tidak diketahui. Dan tidak mau bertanggungjawab jika berbagai alat dan karya seni milik para seniman itu rusak dan tidak mau mengembalikannya.

Akibatnya murid, remaja dan anak-anak yang biasa berlatih gamelan, tari dan lain lain kegiatan seni disana, tidak bisa berlatih lagi, karena peralatannya dirampas dan diambili oleh pegawai pemkot Surabaya

Selain itu Pemkot Surabaya juga mengusir para seniman dan budayawan dari Balai Pemuda, sebuah tempat yang sudah menjadi ajang kegiatan para seniman dan budayawan Surabaya sejak puluhan tahun yang lalu.

Setelah itu Walikota Surabaya membuat SK dan mengangkat personil yang boleh disebut seniman dan budayawan dan hanya mereka yang diangkat oleh Walikota yang boleh berkegiatan seni dan budaya di Balai Pemuda Surabaya.

"Dulu di Surabaya ada grup wayang orang, ketoprak, ludruk dll, para seniman itu juga diusir dari tempatnya berkegiatan, lalu dibentuk lembaga baru dan hanya personil yang ditunjuk oleh pemkot Surabaya ini yang boleh mengurusi wayang orang, ketoprak, ludruk dll. Akibatnya pertunjukan rutin wayang orang, ketoprak, ludruk yang bisa dinikmati warga sekarang sudah hilang, sekarang tindakan sewenang-wenang ini diulangi lagi" terangnya.

Menurutnya, jika Eri Cahyadi memang berambisi jadi Gubernur dan ingin menggaet suara, janganlah lalu seolah-olah lalu sok ke arab-araban dan membunuh budaya lokal, seperti misalnya mempromosikan Surabaya sebagai kota Santri, padahal Surabaya itu sudah lama menyandang julukan sebagai kota pahlawan, lalu dalam pidato menyebut kata ibu diganti jadi umi, lalu kata bapak diganti jadi ab, panggilan antum, ana dan sebagainya.

Sebagaimana diketahui akhir-akhir ini memang gencar adanya promosi, spanduk, flyer dan lain sebagainya, yang mengkampanyekan Eri Cahyadi sebagai calon Gubernur Jawa Timur periode mendatang.

"janganlah lalu mau mencoba monopoli siapa saja seniman, budayawan dan siapa saja yang boleh berkegiatan seni itu adalah personil yang diangkat dan diberi SK oleh Walikota. Ingat wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain sekarang nyaris punah dari kota Surabaya, karena masyarakat sudah tidak bisa lagi mencari pertunjukan rutin dari kesenian tersebut ditempat yang dahulu selalu ada pertunjukan rutin hampir setiap hari. Janganlah diulangi untuk membunuh seni dan menindas para seniman hanya karena ambisi kekuasaan" pungkasnya

_____________

Buat Berita Jadi Gambar

Logo
UPDATE
Judul Headline

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita