Kebakaran tumpukan kayu sisa banjir di Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (28/5/2026) sore meluas ke desa tetangga.
Saat ini, tumpukan kayu yang terbakar tersebar di tiga desa, yakni Desa Babah Krueng, Blang Tarakan, dan Desa Lhok Bayu.
Kepala Desa (Keuchik) Babah Krueng, Mahdi Abdullah, mengatakan api terus merembet seiring hembusan angin dan kondisi kayu yang sangat kering.
“Warga semakin khawatir karena kondisi cuaca panas dan kayu juga sangat kering,” kata Mahdi saat dihubungi per telepon.
Mahdi menyebutkan, api kini tidak lagi berada di satu titik, melainkan menyebar ke beberapa lokasi di tiga desa tersebut.
Kondisi itu membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran mulai resah.
Menurut dia, jarak antara tumpukan kayu dengan rumah warga sekitar dua kilometer. Namun, warga tetap khawatir api akan merembet ke permukiman.
“Kami minta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengangkut sisa kayu banjir yang menumpuk di sini. Sebab, material kayu yang hanyut sejak banjir besar November 2025 itu dinilai sangat rawan memicu kebakaran,” ujarnya.
Warga Minta Kayu Segera Diangkut
Mahdi mengatakan sebagian penyintas banjir di kawasan tersebut kini masih menetap di hunian sementara.
Meski demikian, sebagian rumah warga tetap dikhawatirkan terdampak apabila kebakaran terus meluas.
“Kami harap persoalan ini segera ditangani. Hingga sore ini api belum berhasil dipadamkan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, api membakar tumpukan kayu sisa banjir di pedalaman Kabupaten Aceh Utara. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Polisi juga telah turun ke lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran.
_____________
liputansembilan