_____________
Ads
Publik tengah dihebohkan oleh kejelasan mengenai anggaran kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menanggapi berbagai spekulasi dan perbincangan hangat di media sosial, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait operasional lawatan kepala negara tersebut.
Langkah ini diambil guna memberikan transparansi dan meluruskan persepsi masyarakat mengenai efisiensi anggaran negara di era pemerintahan saat ini. Dalam pernyataan terbarunya yang disiarkan melalui kanal resmi Sekretariat Kabinet, Seskab Teddy menegaskan sebuah fakta mengejutkan mengenai sumber pendanaan kunjungan luar negeri Presiden.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh biaya lawatan luar negeri Presiden Prabowo tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan ditanggung sepenuhnya oleh kantong pribadi Prabowo Subianto sendiri.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah tidak biasa yang diambil oleh seorang kepala negara demi menghemat kas negara.
Tidak hanya soal anggaran mandiri, Seskab Teddy juga memaparkan adanya pemangkasan besar-besaran terhadap jumlah delegasi atau rombongan yang ikut serta ke luar negeri. Jika pada periode pemerintahan sebelumnya (Presiden Joko Widodo) jumlah rombongan bisa mencapai hingga 120 orang, kini di era Presiden Prabowo angkanya dipangkas drastis lebih dari 50 persen. "Dulu bisa sampai 120 orang, sekarang cuma 52 orang yang ikut dalam rombongan," ujar pihak istana menjelaskan efisiensi tersebut.
Mengenai tingginya frekuensi perjalanan internasional Presiden Prabowo, Seskab menjelaskan bahwa agenda tersebut terbagi ke dalam dua kategori, yakni jadwal tahunan yang bersifat reguler serta jadwal mendesak yang menyesuaikan dengan kondisi geopolitik global.
Tujuan utama dari rangkaian kunjungan intensif ini difokuskan pada misi diplomasi tingkat tinggi, termasuk melakukan 'lobby-lobby' bantuan internasional. Strategi ini dipersiapkan agar jika sewaktu-waktu Indonesia membutuhkan sokongan darurat dalam kondisi krisis, negara-negara sahabat yang dikunjungi siap memberikan bantuan cepat.
Namun, klarifikasi dari Sekretariat Kabinet ini juga memicu diskusi kritis di kalangan netizen. Pasalnya, sebagian masyarakat mengaitkan pernyataan Seskab mengenai "misi mencari bantuan luar negeri" dengan isi pidato Presiden Prabowo sebelumnya. Dalam pidato tersebut, Prabowo sempat menegaskan kalimat pemantik bahwa "tidak ada bangsa lain yang benar-benar peduli dengan rakyat Indonesia" selain bangsa Indonesia sendiri, sehingga muncul pertanyaan publik mengenai sinkronisasi narasi antara kemandirian bangsa dan diplomasi bantuan tersebut.
liputansembilan